Kritik Bersanad
Ada orang tua, yg punya anak remaja nakal poll..
Nakal nya nemen cah. Kecanduan main judi online. Padahal anak ini sudah lulus sekolah tp belum kerja. Belum punya duit sendiri.
Sampe BPKB motor bapaknya digadaikan untuk main judol.
Suatu hari, orang tuanya takut. Kalo2 sertifikat rumahnya bakal digadaikan si anak buat main judol.
Sebagai orang tua, jika anda di posisi orang tua nya..
Apakah sampean iklas sertifikat rumah digadaikan untuk main judol ?
Apakah sbg orang tua sampean akan narimo.. sabar punya anak dg sifat demikian ?
Apakah akan diam saja ?
Dan percaya ini " Takdir Tuhan " ?
Apakah anda akan marah ?
Atau hanya menasehati dg kata kata halus..
Pake bahasa kromo inggil khas Jawa Tengahan ?
Atau pake bahasa Suroboyoan.. cuk jancuk asu badjingan.. dlogokkk horse ?
===
Nah, #Logika ini kita bawa ke ranah yg lebih luas cah
Negara ini, kita anggap anak2 kita sendiri..
Kita sudah bayar pajak, yg jumlahnya makin kesini bukan nya menurun. Tapi malah NAIK. Itu FAKTA bukan Hoax.
APBN kita 80% bersumber dari Pajak alias iuran rakyat.
Lalu kekayaan sumber daya alam nya kemana ? U know lah..
===
Kita sudah membiayai anak yg bernama NEGARA
Lalu, dg semena mena, negara ini diatur oleh Pemerintah yang:
" Bikin proyek nasional, dg anggaran trilyunan, dan itu TIDAK TRANSPARAN "
BGN MBG.. KDMP.. Itu menyedot anggaran Trilyunan dan Tidak Transparan
ditengah bacotan " Efisiensi Anggaran "
Apakah sebagai orang tua, kita diam saja ?
Masih Waras kah kita ?
Masih punya Otak kah kita ?
Apakah kita diam kan saja ?
Anggap saja ini " Takdir Tuhan " ?
Sebagai Manusia yang Berakal tentu kita Tidak DIAM saja bolo..
Maka disinilah peran kita sebagai Orang Tua,
Sebagai rakyat,
Sebagai bos.
Pejabat2 yg masih terima gaji, yg sempak & kutang mereka dibeli dari uang Rakyat.
Pejabat adalah buruh, kuli, pegawai, anak buah, bawahan, kacung.
Yg kita percayakan 5 tahun sekali untuk mengurus negara
Maka wajar jika mereka Di Kritik, Di Demo, Di ingatkan lewat pengajian, atau pun sekedar Dimaki.
Klean yg pernah kerja ikut bos galak, pasti pernah di maki, di pisuhi,
Wajar karna klean cuma buruh yg terima gaji
Kalo kerja klean benar, itu Wajar, TIDAK PERLU DI PUJI.
Karna klean kerja dan dibayar.
Kalo kerja klean ngawur, tidak amanah, tidak transparan, bahkan berpotensi fraud KKN,
Maka sangat Wajar jika di maki, di kritik, di demo, bahkan di kasus kan.
===
Tapi diantara Rakyat ada yg nyambi buzzerp
Dibayar untuk menjilat Rezim
Mendukung & Membenarkan apapun kebijakan rezim
Maka tidak salah jika buzzerp disebut sebagai PELACUR DEMOKRASI.
Mereka Dibayar untuk merusak Demokrasi,
dimana Kebebasan Berpendapat itu Dijamin Undang Undang
Bukan malah disiram air keras.
===
Apakah kritik harus Sopan santun ? TIDAK.
Karena semua koruptor yg tertangkap itu semuanya Sopan Santun.
Bahkan banyak yg pas ditangkap tiba tiba pake PECI & KERUDUNG.. Macem ukhti2 Suoooolihuuuuuuuah..
Koruptor itu kesan nya sangat sangat sopan santun & RELIGIUS 😂😂😂
