Petruk: Nalikane wong Pinter ngajak keblinger...

AKEH WONG PINTER NGAJAK KEBLINGER
Nalikane akeh wong pinter ngajak keblinger. FOTO: Google


"I n d o n e s i a, negoro sogih gemah ripah loh jinawi. Indonesia, negeri berjuta kaum terdidik. Sayangnya.. Terdidik dari Insinyur tembus Profesor hanya sebagai pengisi Penjoro. Sayangnya, banyak orang pinter yang sengaja mengajak keblinger..", begitu jare Kang Petruk di akun pesbuknya beberapa detik yang lalu.
Sama seperti issu yg akhir-akhir ini dipilih Pemerintah sebagai pelengkap dagelan.. Yah masih di edisi #NegeriDagelan
Pekan ini masih diisi seputar hukuman kebiri untuk pelaku pemerkosaan. Sontak seluruh rakyat menyambut gembira seolah terwakili suara hatinya..
Namun ada sedikit rakyat yang nekat berbeda pendapat. Kebiri gak akan menyelesaikan masalah pemerkosaan. Ibarat penyakit, hukuman kebiri sebatas: mengobati setelah terjangkit penyakit. Sementara pencegahannya dikesampingkan. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?
Setuju sih ya kita mah. Hukuman kebiri ya silahkan. Tapi kalo sampean ngajak keblinger ya mohon maaf. Utek kita gak dibuat untuk sendiko dawuh dengan sampean..
>>lah kok ngajak keblinger, maksute y'po cak?
Pemerintah ibarate dokter yg mengobati penyakit. Tapi tidak mau mencegahnya.
Sudah terjadi pemerkosaan baru pelakunya dihukum kebiri. Apa efeknya? Gak ada..
Tapi kalo pemerintah mau mencegah terjadinya pemerkosaan, nah itu baru cerdas. Yo cucuk dengan gelar profesormu kui.
Pemerintah bicara soal pemberantasan kejahatan seksual utamanya kasus pemerkosaan. Tapi disisi lain juga sengaja mengajarkan: 'pemerkosaan itu legal loh..'
Apa penyebab terjadinya pemerkosaan? Banyak. Mayoritas dari tayangan TV yg setiap detik isine wong pacaran. Siapa yang mengajari anak SD pacaran kalo bukan TV? Adegan ciuman sudah umum. Kedepan, adegan seks di TV pun akan dilegalkan.
Lalu dimana peran pemerintah? Ada melalui KPI, KPAI, KOMINFO dan lainnya.
KPI sebagai tangan Pemerintah sengaja meloloskan tayangan TV  Merusak.
KPAI tangan Pemerintah yg kusus menangani Anak. Hanya sebatas lambe. Kalo KPAI benar2 bekerja, gampang, tinggal tuntut aja KPI untuk mencabut ijin tayangan TV. Beres..
Toh buktinya FTV makin laris, AADC 2 juga laris. Apalagi kalo bukan karena Uang..
Kalo Kominfo? Ya begitulah. Sampean ketik di internet: Batik, yg muncul malah salam batik. Sampean ketik Pramuka, yg muncul Video Salam Pramuka..
Teramat banyak situs Porno, yang bebas diakses segala umur. Gampang, kalo Pemerintah serius memberantas Pemerkosaan. Blokir aja situs yang berbau Porno. Toh jumlahnya makin bertambah banyak.. Ya to?
Kan gak lucu cak, pengennya memberantas tapi justru sengaja  menyuburkan kasus Pemerkosaan. :D
===
Wingi ono sing ngeles, kalo ijin TV dicabut, situs porno diblokir itu melanggar Hak Asasi Berekspresi atau melanggar HAM.
-itu kan UU nya Amerika yo? Jane Indonesia ki wis Merdeka po rung tah? Mosok ngatur negorone dewe kudu manut wong liyo?
Betul, kita punya Undang-undang Hak Asasi Manusia. Tapi, HAM yang dibatasi oleh Agama. Sebab, Indonesia punya Ideologi Pancasila. Sila ke 1 disebut: Ketuhanan Yang Maha Esa. Setiap warga Negara Kesatuan Republik Indonesia harus menganut salah 1 agama sesuai kepercayaannya. Sekarang ada 6 agama yang Sah di Indonesia. Kita yakin, tidak mungkin ada agama yang mengajarkan kekerasan, tidak mungkin ada yang mengajarkan melanggar hukum. Iya kita punya kebebasan, tapi harus dibatasi oleh aturan masing-masing Agamanya.
Kalo yang dimaksud HAM adalah kebebasan Mutlak tanpa Peraturan, apa bedanya dengan Komunis? Komunis jelas tidak mengakui adanya Tuhan, tidak mengakui ada agama. Sehingga, bertindak apapun mereka tidak perlu ada peraturan.
===
Indonesia mampu memberantas kejahatan tapi ndal ndul..
Ya sama saja, semua teriak Basmi HIV AIDS! Tapi lokalisasi dibiarkan beroperasi, warung remang-remang juga dibiarkan saja.
Ya sama saja ibarat, orang mendem miras ditangkap Polisi sementara Pabriknya bebas berproduksi tiap hari..
Ya sama saja, tawuran pelajar ditangkap Polisi. Tapi Pemerintah mengajarkan lewat boy dan reva bahwa tawuran itu Bagus lou. Jotosan itu boleh lou..
Ya sama saja, iklane 'Merokok Membunuhmu' tapi Pabrik rokok makin berkembang. Bebas berproduksi seenaknya..
Kalo mau membasmi gampang kok. Tutup aja pabriknya. Tapi, podo ngeles, nanti banyak pengangguran, nanti petani tembakau gimana, nanti pemasukan pajaknya gimana..
Kalo disingkat: "Sopo sing ra doyan Duwit? Lumayan lou ceperane cak.."
Sudahlah gak perlu gaya teriak tegakkan hukum. Padahal situ jelas sengaja Merusak hukum.. Jadi rakyat ya sing rada pinter sitik cak. Men ora gampang dipinteri cah duwuran kae.. Hehehe😁


_____
#ADV
Monggo yang pengen buka Usaha Bisnis Pulsa, modal minimal hanya 50ribu. Pasti Untung!
Daftar: Nama#Kota#NoHP ke 0822-1095-0849
Syarat dan Ketentuan silahkan  Klik DISINI

Supported by  CV HAND CELL

Subscribe to receive free email updates: